Kebutuhan adalah
salah satu aspek psikologis yang menggerakkan mahluk hidup
dalam aktivitas-aktivitasnya dan menjadi dasar (alasan) bagi setiap individu
untuk berusaha. Pada dasarnya,manusia bekerja mempunyai tujuan tertentu,yaitu memenuhi
kebutuhan. Kebutuhan tidak terlepas dari kehidupan sehari-hari. Selama
hidup manusia membutuhkan bermacam-macam kebutuhan. Abraham Maslow mencoba
membagi kebutuhan manusia itu dalam 5 (lima) tingkat kebutuhan yang dikenal
dengan “Teori Hirarki Kebutuhan”. Manusia sering salah memahami makna kebutuhan itu
seakan-akan kebahagiaan utama akan diperoleh bila kebutuhan-kebutuhan itu telah
terpenuhi. Tetapi yang menjadi pertanyaan adalah “Kapan kebutuhan manusia itu
tercukupi?”
Dari Teori Maslow ini terlihat bahwa manusia tidak pernah
merasa puas. Ketika kebutuhan yang satu telah terpenuhi, maka akan muncul
kebutuhan yang lainnya yang lebih meningkat. Terlepas dari itu, masing-masing
manusia punya standard khusus untuk tiap-tiap kebutuhan itu bahkan standardnya
akan terus bertambah seiring dengan perkembangan zaman. Jadi dari hal ini dapat
disimpulkan bahwa manusia tidak akan pernah puas akan kebutuhan-kebutuhan itu.
Bila mengikuti Teori Maslow maka manusia tidak akan pernah bisa meningkat ke
kebutuhan yang lainnya karena sepanjang hidup manusia tidak akan pernah puas
dalam pemenuhan kebutuhan dasarnya. Dan kalaupun ia sudah mencapai kebutuhan
yang lebih tinggi, tidak berarti bahwa manusia itu tidak akan memikirkan lagi
akan kebutuhan dasarnya. Jadi ini salah satu kelemahan dalam Teori Maslow.
Maslow menempatkan kebutuhan yang sangat penting dalam
kehidupan manusia dalam tingkatan yang lebih tinggi yaitu “Aktualisasi Diri”,
yang di dalamnya terdapat kebutuhan rohani. Sehingga manusia tidak pernah
berusaha untuk memenuhi kebutuhan yang satu ini karena manusia sibuk untuk
pemenuhan kebutuhan akan sandang, pangan dan papan yang tidak pernah bisa
terpuaskan karena tidak pernah “cukup”. Akhirnya yang tercipta adalah
manusia-manusia yang serakah, individualisme, egoisme. Manusia-manusia yang
mempunyai motto “hidup untuk makan” bukan “makan untuk hidup” .
Pada zaman modern ini kebutuhan fisiologis lebih dibutuhkan manusia daripada kebutuhan tertinggi yakni "Aktualisasi diri". Namun, keadaan
setiap individu yang berbeda-beda baik dari segi ekonomi, status, jabatan dan
lain lain menyebabkan kebutuhan setiap individu berbeda-beda dan berada dalam
berbagai tingkatan. Contoh saja bagi orang seperti kaum marginal kebutuhan sosial
sangat penting untuk mereka. Kebutuhan akan rasa memiliki-dimiliki, saling percaya,
cinta, dan kasih sayang akan menjadi motivator penting bagi mereka untuk
mendapatkan kebutuhan lainnya.
Sekarang ini coba kita renungkan apa yang menjadi kebutuhan
utama kita. Apakah hanya kebutuhan fisik saja yang menjadi tujuan utama kita?
Atau kita bisa melupakan hal tersebut dan fokus terhadap bagaimana kita bisa
meningkatkan potensi diri masing-masing