Rabu, 30 September 2015

Fokus Kebutuhan Kita di Era Modern

Kebutuhan adalah salah satu aspek psikologis yang menggerakkan mahluk hidup dalam aktivitas-aktivitasnya dan menjadi dasar (alasan) bagi setiap individu untuk berusaha. Pada dasarnya,manusia bekerja mempunyai tujuan tertentu,yaitu memenuhi kebutuhan. Kebutuhan tidak terlepas dari kehidupan sehari-hari. Selama hidup manusia membutuhkan bermacam-macam kebutuhan. Abraham Maslow mencoba membagi kebutuhan manusia itu dalam 5 (lima) tingkat kebutuhan yang dikenal dengan “Teori Hirarki Kebutuhan”. Manusia sering salah memahami makna kebutuhan itu seakan-akan kebahagiaan utama akan diperoleh bila kebutuhan-kebutuhan itu telah terpenuhi. Tetapi yang menjadi pertanyaan adalah “Kapan kebutuhan manusia itu tercukupi?”
Dari Teori Maslow ini terlihat bahwa manusia tidak pernah merasa puas. Ketika kebutuhan yang satu telah terpenuhi, maka akan muncul kebutuhan yang lainnya yang lebih meningkat. Terlepas dari itu, masing-masing manusia punya standard khusus untuk tiap-tiap kebutuhan itu bahkan standardnya akan terus bertambah seiring dengan perkembangan zaman. Jadi dari hal ini dapat disimpulkan bahwa manusia tidak akan pernah puas akan kebutuhan-kebutuhan itu. Bila mengikuti Teori Maslow maka manusia tidak akan pernah bisa meningkat ke kebutuhan yang lainnya karena sepanjang hidup manusia tidak akan pernah puas dalam pemenuhan kebutuhan dasarnya. Dan kalaupun ia sudah mencapai kebutuhan yang lebih tinggi, tidak berarti bahwa manusia itu tidak akan memikirkan lagi akan kebutuhan dasarnya. Jadi ini salah satu kelemahan dalam Teori Maslow.
Maslow menempatkan kebutuhan yang sangat penting dalam kehidupan manusia dalam tingkatan yang lebih tinggi yaitu “Aktualisasi Diri”, yang di dalamnya terdapat kebutuhan rohani. Sehingga manusia tidak pernah berusaha untuk memenuhi kebutuhan yang satu ini karena manusia sibuk untuk pemenuhan kebutuhan akan sandang, pangan dan papan yang tidak pernah bisa terpuaskan karena tidak pernah “cukup”. Akhirnya yang tercipta adalah manusia-manusia yang serakah, individualisme, egoisme. Manusia-manusia yang mempunyai motto “hidup untuk makan” bukan “makan untuk hidup” .
Pada zaman modern ini kebutuhan fisiologis lebih dibutuhkan manusia daripada kebutuhan tertinggi yakni "Aktualisasi diri". Namun, keadaan setiap individu yang berbeda-beda baik dari segi ekonomi, status, jabatan dan lain lain menyebabkan kebutuhan setiap individu berbeda-beda dan berada dalam berbagai tingkatan. Contoh saja bagi orang seperti kaum marginal kebutuhan sosial sangat penting untuk mereka. Kebutuhan akan rasa memiliki-dimiliki, saling percaya, cinta, dan kasih sayang akan menjadi motivator penting bagi mereka untuk mendapatkan kebutuhan lainnya.
Sekarang ini coba kita renungkan apa yang menjadi kebutuhan utama kita. Apakah hanya kebutuhan fisik saja yang menjadi tujuan utama kita? Atau kita bisa melupakan hal tersebut dan fokus terhadap bagaimana kita bisa meningkatkan potensi diri masing-masing