Selasa, 20 Oktober 2015

Grace Unplugged, Kisah Putri yang Hilang

Grace Unplugged merupakan sebuah film inspiratif tentang seorang anak perempuan berumur 18 tahun yang dibintangi oleh AJ Michalka. Grace adalah seorang gadis cantik yang berbakat, Grace yang selalu tampil sebagai penyanyi gereja setiap hari Minggu dengan ayahnya yang juga berbakat, Johnny Trey dibintangi oleh James Denton. Ayahnya adalah mantan bintang rock yang namanya selalu di peringkat pertama di Billboard pada 20 tahun yang lalu. Ketika lagunya sudah tidak terkenal lagi, Johnny yang memperdalam tentang agama mencoba memulai kehidupan baru untuknya dan keluarganya jauh dari Hollywood. Suatu ketika, Grace yang mendapatkan kontrak rekaman dengan bantuan dari mantan manajer ayahnya, 'Mossy' Mostin diperankan oleh Kevin Pollak. Grace yang sebelumnya sudah mengkirimkan hasil rekaman suaranya ke Mossy membuat manajer ini sudah mengetahui potensi dan bakat yang besar dari Grace untuk bisa menjadi seorang superstar pop. Dengan kontrak rekaman yang sudah dia miliki membuat Grace lebih memilih untuk memutus hubungan dengan keluarganya demi fantasi superstarnya. Disaat dia sudah mulai dikenal, Grace yang sudah jauh dengan keimanan yang dulu dia miliki kini dia mendapatkan suatu masalah. Grace tersadar bahwa yang dia lakukan saat ini hanyalah sebuah impian semu yang telah membuatnya jauh dari iman yang dulu dia yakini.

Film ini menyajikan isu-isu yang ada sekarang tentang ketenaran seorang penyanyi berada pada puncak karirnya yang harus terbalik 180 derajat akibat "melawan" Tuhan. Dengan begitu banyak penyanyi terkenal saat ini yang bermain musik hanya berfokus pada seks dan narkoba, tetapi di sisi lain banyak pemain musik yang memilih tetap berpegang pada standar yang tinggi. Banyak bintang musik saat ini tumbuh bernyanyi di gereja. Di gereja kita tidak diajarkan bagaimana cara bernyanyi saja tetapi kita diajarkan mengapa kita bernyanyi. Mereka diajarkan bernyanyi untuk Tuhan yang telah memberi kita suara dan mengasihi kita lebih dari siapa pun. Karena itu, penyanyi gereja belajar menyanyi dengan semangat dan keyakinan. Sayangnya, beberapa penyanyi yang dibesarkan menyanyi di gereja menggunakan bakat dan keyakinan bahwa mereka diajarkan untuk menggunakan menyanyi untuk Tuhan, dan kemudian mereka menyalah gunakan talenta yang Tuhan berikan untuk melakukan hal-hal buruk. Apa yang akan dilakukan seseorang yang bernyanyi di gereja jika mereka diberi kesempatan untuk memiliki ketenaran dan kemewahan jika mereka setuju untuk bernyanyi tentang hal-hal yang tidak baik dihadapan Tuhan. Sungguh menarik untuk melihat apa yang akan kita lakukan ketika ada masalah datang kita harus memilih antara apa yang kita tahu adalah benar dan apa yang ingin kita lakukan meskipun kita tahu itu salah. Selain itu dari sisi akting, peran yang diberikan oleh sutradara Brad Silverman kepada para pemain sangat tepat sekali. Ikatan antara orang tua dengan anak yang digambarkan film ini sangat mengoyak hati para penonton. Film ini layak dikonsumsi tidak hanya keluarga Kristen saja, tetapi juga keluarga-keluarga lainnya.

Rating 7.2/10

Kamis, 01 Oktober 2015

Frank Lampard, Sang Maestro Lapangan Tengah

Frank James Lampard,  biasa kita kenal dengan sebutan Frank Lampard. Dia lahir di Romford, Inggris 20 Juni 1978. Lampard adalah putra dari Frank Lampard Sr. yang juga sebagai mantan pemain sepakbola Inggris dan pernah memenangkan piala FA sebanyak dua kali. Lampard juga dikenal sebagai gelandang tengah dengan tendangan yang sangat keras dan akurat dari luar kotak pinalti. Ia banyak memberikan gol-gol spektakuler dari tendangan bebas.

Awal karirnya Lampard pertama kali membela klub West Ham United, tempat dimana ayahnya bekerja sebagai asisten pelatih pada bulan Juli 1994 sebagai pemain yunior. Setelah setahun bermain untuk West Ham United Yunior, Lampard menjadi pemain utama di klub West Ham United pada 1 Juli 1995.

Pada bulan Oktober 1995 Frank gagal menembus skuad utama dan bergabung ke Swansea City dengan status sebagai pemain pinjaman. Ia memulai debut bermainnya pada 7 Oktober 1995 saat kemenangan 2-0 atas Bradford City. Ia mencatatkan sembilan kali penampilan liga dan satu gol untuk Swansea City sebelum dikembalikan ke West Ham United pada Januari 1996. Lampard memulai debutnya bersama West Ham United saat pertengahan musim 1995-1996 melawan Coventry City. Setahun kemudian, Ia terkena cedera patah tulang kaki kanan pada saat bertanding melawan Aston Villa 15 Maret 1997 yang membuatnya harus beristirahat beberapa lama. Lampard mencetak gol pertamanya saat bertanding melawan Barnsley pada musim 1997-1998. Sejak saat itu West Ham United mulai menarik Lampard dari skuad cadangan menjadi skuad utama. Pada musim 1998-1999 Lampard membawa West Ham United naik menjadi peringkat kelima klasemen akhir.

Nama Frank Lampard banyak dikenal publik sejak Chelsea melakukan transfer sebesar £11 juta dari West Ham United pada tanggal 15 Mei 2001. Penampilan Lampard di Chelsea cenderung lambat tetapi banyak mengejutkan. Debut pertamanya bersama Chelsea terjadi pada 26 Juli 2001 melawan Northampton Town, yang berhasil dimenangkan oleh Chelsea dengan skor telak 7-1, Ia juga berhasil mencetak satu gol untuk Chelsea. Frank Lampard telah membela Chelsea 12 musim lamanya dengan memberikan kontribusi yang sangat banyak. Lampard juga menorehkan catatan sebagai pencetak gol terbanyak Chelsea sepanjang masa setelah Bobby Tambling. Lampard berhasil memecahkan rekor Tambling dengan mencetak 2 gol ke gawang Aston Villa.

Pada tahun 2014, Frank Lampard menjadi pemain bebas transfer dan bergabung bersama New York City FC dengan kontrak dua tahun setelah dilepas oleh Chelsea. Belum sempat bermain untuk New York City FC, Frank Lampard kembali ke Inggris sebagai pemain pinjaman rival Chelsea yaitu Manchester City. Ia mencetak gol pertamanya saat bertanding melawan mantan klubnya Chelsea dengan skor 1-1. Gol Lampard juga mengakhiri kemenangan beruntun Chelsea pada musim tersebut. Prestasi Frank Lampard tidak terbendung, bahkan Frank hanya membutuhkan satu gol lagi dan akan menyamai torehan legenda Arsenal, Thierry Henry. Ini sungguh raihan yang menajubkan, mengingat Frank Lampard adalah gelandang tengah bukan striker.